Indonesia Dikepung Asap: Pemadam di Garis Api Butuh Bekal Sekarang
Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Indonesia. Sejak awal 2026, api terus menyala di berbagai wilayah, dan memasuki musim kemarau, kebakaran meluas hingga enam provinsi prioritas: Kalimantan Tengah, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Riau.
Berdasarkan laporan per 12 Oktober 2026:
- Ratusan hektare lahan masih dalam proses pemadaman di 6 provinsi prioritas
- 5.031 kasus baru ISPA tercatat di Kalimantan Tengah dalam sepekan
- 1.917 titik panas terpantau di Sumatera Selatan, sebagian besar di lahan gambut
- Kualitas udara di Palembang masuk kategori berbahaya
Asap tidak hanya mengganggu pernapasan. Aktivitas sekolah terganggu, warga kesulitan air bersih, dan satwa liar ikut menjadi korban, termasuk puluhan orangutan di Kalimantan Barat.
Situasi ini belum selesai. Di lahan gambut, api bisa bersembunyi di bawah permukaan tanah dan menyala kembali kapan saja. Di Kalimantan Selatan, lebih dari 27 ribu hektare lahan telah terbakar sepanjang tahun ini, dan di beberapa titik api muncul lagi berkali-kali hanya dalam hitungan hari.
Petugas dan relawan memadamkan api di lahan gambut Kalimantan Selatan.
Mereka yang Bertahan di Garis Api
Di setiap titik api, ada petugas dan relawan pemadam yang berjibaku berjam-jam. Mereka menarik selang ratusan meter, mencari sumber air di tengah kemarau, dan bekerja di tengah asap pekat dengan jarak pandang yang hanya beberapa meter.
Begitu satu titik padam, mereka langsung bergeser ke titik berikutnya. Pemadaman terus berlanjut hingga malam, dan esok harinya mereka kembali lagi.
Tenaga mereka terkuras. Keringat tumpah, tenggorokan kering karena asap, dan sering kali tidak sempat makan dengan layak. Padahal tanpa mereka, api akan terus menjalar ke rumah-rumah warga.
Kebutuhan Mendesak Saat Ini
Bantuan akan difokuskan untuk menjaga tenaga petugas dan relawan pemadam di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, melalui 10 paket nutrisi untuk hingga 600 pemadam, diantaranya:
Minuman elektrolit dan air mineral.
Mengganti cairan tubuh yang terkuras setelah berjam-jam bekerja di dekat api dan di bawah terik matahari.
Makanan dan buah-buahan.
Bekal tenaga cepat bagi pemadam yang sering tidak sempat makan di tengah pemadaman.
Vitamin dan kopi.
Menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan asap, dan membantu tetap terjaga saat patroli malam.
Bekal akan disalurkan secara bertahap begitu setiap paket terkumpul, bersama mitra lapangan kami, Global Humanity Network.
Bantuan Dibutuhkan Secepatnya
Ada petugas yang baru pulang dari satu titik api, lalu dipanggil lagi ke titik berikutnya. Ada relawan yang bertahan di tengah asap dengan bekal seadanya. Ada api yang padam hari ini, lalu menyala lagi esok hari.
Semakin cepat bantuan terkumpul, semakin cepat kebutuhan warga bisa dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Yuk, Jadi Tim Belakang Relawan
Kamu mungkin tidak bisa ikut turun memadamkan api. Tapi kamu bisa memastikan mereka yang memadamkannya tetap kuat. Allah berfirman, "Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa" (QS. Al-Ma'idah: 2).
Mari jadi tim belakang mereka. KIRIM BEKAL TERBAIK DARIMU SEKARANG!
INDONESIA DIKEPUNG ASAP.
Mereka urus api, kamu urus bekalnya.